Tuesday, 25 September 2012
Friday, 21 September 2012
Sunday, 16 September 2012
Cegah Gangguan Kesehatan Dengan Minum Air
Air memiliki manfaat penting bagi kesehatan seperti meningkatkan kemampuan kognitif, pencegahan batu dan infeksi kandung kemih hingga mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan dengan minur air yang cukup.
Air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Kandungannya bervariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80 persen air, pada orang dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50 persen.
Air juga merupakan zat gizi penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit. Kekurangan air 1 persen dari berat badan disebut dengan dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh yang ditandai dengan pusing, lelah, penurunan kemampuan fisik dan kognitif serta gangguan kesehatan.
Sedangkan dehidrasi pada tingkat penurunan 2 persen cairan tubuh yang terjadi karena cuaca panas dan olahraga dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat sesaat (short-term memory) dan daya tangkap visual bergerak (visual motor tracking).
Minum air yang cukup dan aman akan mengoptimalkan kesehatan berbagai organ tubuh sehingga dapat menghasilkan urine sebanyak 2 liter sehari yang terbukti mencegah batu ginjal.
Berdasarkan kajian epidemiologi menunjukkan bahwa tubuh membuang air paling tidak 2 liter. Untuk itu setiap orang dewasa harus mengonsumsi air minum 2-3 liter sehari tergantung suhu dan aktivitas fisik.
Minum soft drink, bir dan jus apel meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, sedangkan minum air putih, air jeruk nipis, teh dan kopi menurunkan risiko batu ginjal.
Selain itu minum air yang cukup dan aman tanpa disertai dengan menahan kencing juga turut menurunkan risiko infeksi kandung kemih.
Sebuah penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh THRIST (The Indonesian Regional Hydration Study) terhadap status hidrasi pada remaja dan dewasa di dua wilayah ekologis berbeda menunjukkan hasil sebanyak 46,1 persen subyek remaja dan dewasa mengalami dehidrasi.
Didapatkan dehidrasi lebih banyak terjadi pada kelompok usia remaja (15-18 tahun) yaitusebesar 49,5 persen dibandingkan dengan kelompok usia dewasa (25-55 tahun) yang hanya sekitar 42,5 persen.
Hasil ini mengungkapkan salah satu penyebab timbulnya masalah dehidrasi adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai air minum termasuk fungsi air, tanda-tanda dehidrasi serta akibat yang ditimbulkan oleh dehidrasi.
Sementara dehidrasi sangat berkaitan dengan infeksi kandung kemih. Karena volume dan aliran air yang rendah akan meningkatkan pertumbuhan bakteri di saluran kemih atas maupun bawah.
Untuk kelompok usia lanjut (di atas 65 tahun) sangat rentan terhadap asupan air yang tinggi, hal ini dikarenakan mudah terjadinya hiponatremia (kadar hatrium darah yang rendah). Karena itu masyarakat usia lanjut sebaiknya mengonsumsi airsebanyak 1,5 liter.
Thursday, 16 August 2012
Tuesday, 31 July 2012
Untuk….Mu AIR
Air merupakan kebutuhan pokok kita. Air
sedikit dan banyak adalah bencana. Lalu bisakah kita bersahabat dengan bencana
tersebut. Banyak di daerah di Indonesia yang tiap tahun berhadapan dengan air,
air sedikit dan air yang banyak.
Dalam kehidupan kita, bahkan di tubuh kita
terdiri dari air. Sejak bangun tidur sampai dengan menjelang tidur lagi, kita
tidak terpisahkan dari air. Air adalah sumber kehidupan.
Lalu apakah kita telah berusaha membalas jasa
AIR ?…………………………………………………..
Banyak yang bisa kita lakukan dan perbuat,
mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi. Dari hal-hal kecil,
sekitar kita, diri kita sendiri dan mulai sekarang juga.
Perilaku konservasi dalam kehidupan
sehari-hari sudah harus kita tanaman sejak dini. Ada beberapa petunjuk praktis
yang dapat dilakukan setiap orang untuk menuju perilaku konservasi tersebut.
Instalasi dan sarana
1. Pastikan bahwa instalasi pipa air di
sekitar rumah tidak ada yang bocor sekalipun hanya menetes. Segera perbaiki
keran dan pipa jika terjadi kebocoran. Lakukan pemeriksaan secara rutin. Ingat,
setitik air yang terbuang tiap detiknya menyebabkan berkurangnya air sebanyak
2.400 galon (9.000 liter) per tahunnya.
2. Pasang keran pancur, toilet, dan keran aerasi dengan aliran rendah. Aerasi dapat mengurangi jumlah penggunaan air hingga 60 persen.
3. Simpan air minum di dalam kulkas daripada membiarkan keran mengalir selama menunggu air menjadi dingin
4. Pastikan pada setiap lubang buka tutup pemakaian terpasang keran. Lubang pemakain jangan sembarang memakai penutup yang mudah lepas dan mudah bocor.
5. Pada bak penampung sebaiknya dipasang penutup otomatis (pelampung) dengan kualitas baik. Jangan biasakan mengisi bak penampung dari instalasi utama hanya mengandalkan kran dan ditutup secara manual saat air sudah melimpah. Sebab jika lupa menutup air akan melimpah terbuang percuma.
2. Pasang keran pancur, toilet, dan keran aerasi dengan aliran rendah. Aerasi dapat mengurangi jumlah penggunaan air hingga 60 persen.
3. Simpan air minum di dalam kulkas daripada membiarkan keran mengalir selama menunggu air menjadi dingin
4. Pastikan pada setiap lubang buka tutup pemakaian terpasang keran. Lubang pemakain jangan sembarang memakai penutup yang mudah lepas dan mudah bocor.
5. Pada bak penampung sebaiknya dipasang penutup otomatis (pelampung) dengan kualitas baik. Jangan biasakan mengisi bak penampung dari instalasi utama hanya mengandalkan kran dan ditutup secara manual saat air sudah melimpah. Sebab jika lupa menutup air akan melimpah terbuang percuma.
Pemakaian air
1. Gunakanlah air sesuai keperluan dengan
senantiasa hemat.
2. Mesin cuci pakaian atau piring hanya dipakai saat kapasitas cucian sudah memenuhi standar kapasitas pemakaian. Jika hanya sedikit sebaiknya dilakukan secara manual. Menggunakan mesin membutuhkan air banyak sekalipun cucian sedikit.
3. Mencuci atau membersihkan pakaian jangan langsung dari keran. Lakukanlah dalam ember yang telah berisi air.
4. Jangan membiasakan meninggalkan tempat saat membuka keran, seperti saat mengisi mesin cuci atau ember. Jika ini dilakukan biasanya terkena penyakit lupa sehingga air tumpah dengan sendirinya.
5. Biasakan menutup keran sementara tangan membilas atau melakukan aktivitas lain tidak di bawah keran, seperti saat mencuci piring atau menggosok gigi.
6. Saat mencuci sesuatu langsung dari keran, terutama kegiatan di dapur seperti mencuci piring, keran sebaiknya tidak dibuka penuh atau hanya setengahnya.
7. Batasi mandi dengan shower (pancuran). Mandi dengan shower bisa menghabiskan air antara 30 sampai 50 liter. Mandi dengan menggunakan gayung jauh lebih hemat.
8. Kurangi mencuci kendaraan dengan menyemprotkan air langsung dari keran. Cucilah kendaraan anda dengan menggunakan tempat air (ember) atau tutuplah keran atau ujung selang selama membasuh mobil dengan sabun.
2. Mesin cuci pakaian atau piring hanya dipakai saat kapasitas cucian sudah memenuhi standar kapasitas pemakaian. Jika hanya sedikit sebaiknya dilakukan secara manual. Menggunakan mesin membutuhkan air banyak sekalipun cucian sedikit.
3. Mencuci atau membersihkan pakaian jangan langsung dari keran. Lakukanlah dalam ember yang telah berisi air.
4. Jangan membiasakan meninggalkan tempat saat membuka keran, seperti saat mengisi mesin cuci atau ember. Jika ini dilakukan biasanya terkena penyakit lupa sehingga air tumpah dengan sendirinya.
5. Biasakan menutup keran sementara tangan membilas atau melakukan aktivitas lain tidak di bawah keran, seperti saat mencuci piring atau menggosok gigi.
6. Saat mencuci sesuatu langsung dari keran, terutama kegiatan di dapur seperti mencuci piring, keran sebaiknya tidak dibuka penuh atau hanya setengahnya.
7. Batasi mandi dengan shower (pancuran). Mandi dengan shower bisa menghabiskan air antara 30 sampai 50 liter. Mandi dengan menggunakan gayung jauh lebih hemat.
8. Kurangi mencuci kendaraan dengan menyemprotkan air langsung dari keran. Cucilah kendaraan anda dengan menggunakan tempat air (ember) atau tutuplah keran atau ujung selang selama membasuh mobil dengan sabun.
Selalu peduli
Selain di rumah, perilaku konservasi air dapat
dilakukan di mana dan kapan saja. Di tempat umum seperti di terminal, di
kantor, atau masjid, kita sering menjumpai keran terbuka dan air mengalir tanpa
ada yang memakainya. Jika kita jumpai hal-hal semacam itu, bertindaklah,
nyalakan nyali kepedulian Anda dengan segera menutup keran tanpa harus berpikir
bekas siapa dan untuk apa air mengalir percuma.
Sikap peduli juga dapat dilakukan pada pemanfaatan
air bekas. Air bekas atau yang tidak terpakai sering kali berguna untuk
keperluan lain. Bekas air minum masih bisa bermanfaat untuk menyiram tanaman.
Saat membangun rumah, untuk membasahi campuran semen dan pasir (mengaduk) bisa
menggunakan air bekas mencuci atau dari air dapur. Caranya, sediakan tempat
atau ember pada ujung saluran pembuangan sehingga air terkumpul di situ untuk
memudahkan pegawai bangunan memanfaatkannya.
Masih merupakan bagian dari upaya konservasi
air adalah kegiatan menanam pohon. Jadilah orang berjasa dalam hidup ini dengan
menanam pohon sekalipun hanya sepohon dalam seumur hidup. Pohon berfungsi
menyerapkan air ke tanah, mengikat butir-butir tanah, mengikatkan air ke
pori-pori tanah. dan menghasilkan oksigen hingga 1,2 kg per hari. Apalagi pohon
di tempat permukiman sangat multifungsi. Menghadirkan kesejekan dan keindahan.(net)
Escherichia Coli Di Gelas Anak Kita…
Tahukah Anda, bahwa setiap hari secara tidak
sadar, anak-anak kita menelan ribuan bakteri lewat makanan dan minuman yang
mereka konsumsi. Beberapa penelitian yang dilakukan telah memeriksa sampel yang
diambil dari air es teh yang biasa kita konsumsi di warung-warung dan hasilnya
seluruh sampel tersebut mengandung bakteri Escherichia Coli yang
dapat mengakibatkan diare.
Penelitian lain memeriksa sampel dari berbagai
macam jajanan di sekolah-sekolah dasar dan menemukan sebagian besar
terkontaminasi bakteri Salmonela Typhi, penyebab penyakit demam typhoid atau
orang awam menyebutnya tipes. Mencengangkan memang. Di negara-negara
berkembang seperti Indonesia, yang jumlah penduduknya sangat besar dan
kesejahteraannya masih rendah, pola hidup bersih dan sehat masih jauh panggang
dari api. Perlu kita sadari bahwa semua bermula dari hal yang sederhana,
yaitu tercemarnya makanan dan sumber air minum kita.Air merupakan kebutuhan
pokok mahluk hidup.
Manusia mengkonsumsi air setiap hari sekitar
2-5 liter perhari baik dari air minum maupun makanan. Air ini yang akan membuat
kita bertahan hidup dan digunakan oleh sel-sel tubuh kita.Perilaku kita selama
ini ternyata berakibat fatal pada air yang kita minum. Kebiasaan membuang
sampah ke sungai masih dapat kita lihat di seluruh sungai di kota kita. Sampah
yang membusuk merupakan tempat berkembang biaknya jutaan bakteri patogen
(penyebab penyakit), bakteri ini terbawa aliran sungai dan masuk ke
sumber-sumber air seperti sumur atau sumber-sumber air lainnya.
Untuk menimbulkan penyakit, biasanya
dibutuhkan 105–106 (seratus ribu hingga satu juta)
bakteri dalam setiap satu mililiter air yang dikonsumsi, jadi kalau anak anda
menderita diare setelah jajan es di sekolah, berarti air yang dipakai tercemar
hebat.
Sayangnya banyak pengguna air bersih rumah
tangga yang belum sadar pentingnya kebersihan air. Banyak penjual makanan dan
minuman yang tidak memasak air dengan baik, bahkan beberapa malah sengaja
memakai air mentah misalnya sebagai bahan baku es batu.
Cara memasak makanan kadang sangat buruk.
Ibu-ibu di rumah kadang tidak mencuci sayuran dan buah dengan bersih, piring
dan gelas dicuci di ember yang airnya telah digunakan berkali-kali hingga
tercemar, tangan tidak dijaga kebersihannya dengan mencuci dan disabun.
Jadi
semuanya kembali kepada kita, setiap saat kita menuang air minum untuk anak
kita di gelas, yakinkan bukan Escherichia Coli yang kita tuang
!!
Pilihan ada ditangan kita.
Saatnya melakukan perubahan, kepedulian atas
keluarga kita yang sehat tentunya harus diawali dengan pilihan yang sehat.
Pilihan air minum yang sehat. “Anda adalah apa yang Anda minum”. (oleh: Dokter Nurcholid
Umam K berbagai sumber)
Subscribe to:
Posts (Atom)